S pirit atau semangat telah dikenal sejak manusia mengenal sejarah, sebab sejarah digerakkan oleh moral manusia. Bahkan, spirit itu ada sejak manusia itu mulai terdorong mengenali gejala kehidupan baik dalam dirinya maupun di luar dirinya. Gejala dorongan itu kemudian dikenal sebagai elan vital yang mengarahkannya untuk berkembang ke banyak dimensi sejarah. Manusia meruntun sejarahnya dengan semangat sekaligus hidup dalam sejarah itu sendiri. Akan tetapi, dasar semangat atau yang dikenal sebagai elan vital bukanlah produk sejarah, melainkan kodrat pemberian sang Khalik dalam bentuk fitrah kemanusiaan yang karena orientasinya senantiasa kepada kebenaran, kebaikan, dan keseimbangan menjadikan manusia selalu ingin menjadi bagian tak terpisahkan dalam pembentukan dan perkembangan tatanan nilai, termasuk ke arah mana tatanan nilai yang dibentuknya harus mengabdi. Demikian sesungguhnya bahwa betapa manusia selalu ingin hidup dalam suatu tingkat nilai yang bermartabat. Sebab, manaka...
Kekayaan adalah milik mereka yang masih dapat berbagi ilmu pengetahuan