Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli 3, 2014

Diagnosis Gangguan Jiwa

1.      Assessment dan Diagnosis Proses assessment dan diagnosis klinis sangat penting bagi studi dan penanganan psikopatologi. Assessment klinis: evaluasi dan pengukuran secara sistematik terhadap faktor psikologis, biologis dan social pada diri individu yang diduga mengalami gangguan psikologis. Daignosis: Proses menentukan apakah masalah tertentu yang menimpa individu memenuhi semua kriteria gangguan psikologis tertentu. 2.      Pemeriksaan Status Kejiwaan Melibatkan observasi sistematik terhadap perilaku seseorang. Pemeriksaan status kejiwaan meliputi 5 kategori: a. Penampilan dan perilaku b. Proses berpikir c. Suasana perasaan dan afek d. Fungsi intelektual e. Sensorium Penampilan dan perilaku  --- perilaku yang tampak, cara berpakaian dan penampilan, postur tubuh, dan ekspresi.   Proses berpikir  --- kecepatan berbicara, kontinuitas pembicaraan, dan isi pembicaraan.   Suasana perasaan dan afek ...

Psikologi Abnormal

Psikologi abnormal adalah cabang dari ilmu psikologi yang mengkhususkan kajian pada perilaku-perilaku yang abnormal. Psikologi abnormal merupakan cabang besar dari ilmu psikologi yang telah ada dan telah dipelajari sejak dulu. Tetapi melihat pada aspek pendefinisian dan sejarahnya, psikologi abnormal dapat dilihat dari beberapa sudut pandang. Ada beberapa kriteria yang digunakan untuk menentukan suatu perilaku abnormal, antara lain: Statistical infrequency Perspektif ini menggunakan pengukuran statistik dimana semua variabel yang yang akan diukur didistribusikan ke dalam suatu kurva normal atau kurva dengan bentuk lonceng. Kebanyakan orang akan berada pada bagian tengah kurva, sebaliknya abnormalitas ditunjukkan pada distribusi di kedua ujung kurva. Digunakan dalam bidang medis atau psikologis. Misalnya mengukur tekanan darah, tinggi badan, intelegensi, ketrampilan membaca, dsb. Namun, kita jarang menggunakan istilah abnormal untuk salah satu kutub (sebelah kanan). Misalnya...

Gangguan Jiwa

Penggolongan gangguan jiwa sangatlah beraneka ragam, menurut para ahli berbeda-beda dalam pengelompokannya, menurut Maslim (1994) macam-macam gangguan jiwa dibedakan menjadi gangguan mental organik dan simtomatik, skizofrenia, gangguan skizotipal dan gangguan waham, gangguan suasana perasaan, gangguan neurotik, gangguan somatoform, sindrom perilaku yang berhubungan dengan gangguan fisiologis dan faktor fisik, Gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa, retardasi mental, gangguan perkembangan psikologis, gangguan perilaku dan emosional dengan onset masa kanak dan remaja. Skizofrenia Merupakan bentuk psikosa fungsional paling berat, dan menimbulkan disorganisasi personalitas yang terbesar. Skizofrenia juga merupakan suatu bentuk psikosa yang sering dijumpai dimana- mana sejak dahulu kala. Meskipun demikian pengetahuan kita tentang sebab-musabab dan patogenisanya sangat kurang (Maramis, 1994). Dalam kasus berat, klien tidak mempunyai kontak dengan realitas, sehingga pemikiran d...

Perbedaan Antara Psikolog, Psikiater, Psikoanalis dan Dukun

Profesi-profesi ini bergerak dalam bidang yang sama, mengkaji karakteristik jiwa. Jiwa adalah kajian yang abstrak, sehingga banyak pendekatan yang berbeda untuk menjelaskannya. Gangguan terhadap jiwa, dalam penanganannya tergantung pada pendekatan yang digunakan. Seorang psikolog, menggunakan pendekatan psikologi, seorang psikiater menggunakan pendekatan kedokteran, psianalis menggunakan pendekatan psikoanalisis, dan dukun menggunakan pendekatan perdukunan. Secara keilmuan yang ilmiah (selain pendekatan perdukunan), pada umumnya orang kerap dibingungkan antara psikolog klinis dengan tiga istilah lain yaitu: psikoterapis, psikoanalisis dan psikiater. Mungkin perdukunan disini (khususnya di Indonesia), juga masih memegang pengaruh terutama di daerah-daerah terpencil. Istilah-istilah diatas memiliki arti yang berbeda: Psikoterapis  adalah orang yang melakukan psikoterapi. Istilah ini tidak secara resmi diatur. Pada kenyataannya di Amerika Serikat, siapa saja dapat ...

Aliran Dalam Psikologi

Dalam pekembangan psikologi sebagai sebuah ilmu, terdapat beberapa aliran yang memarnai dan mendominasi serta mencetuskan ilmu psikologi sebagai sebuah disiplin ilmu yang ilmiah. Aliran pertama  (strukturalisme)  yang merupakan aliran paling awal dan di sepakati sebagai tahun kelahiran ilmu psikologi itu sendiri. Wilhelm Wundt, seorang psikolog dari jerman, mendirikan laboratorium psikologi pertama tahun 1987 yang menjadi dasar kelahiran ilmu psikologi. pada perkembangan awal ini, Wundt diklasifikasikan sebagai seorang yang beraliran strukturalisme. Pada perkembangan selanjutnya, aliran strukturalisme ini tidak bisa bertahan, bahkan lenyap dikemudian hari. Aliran kedua (Fungsionalisme), aliran ini berkembang di Amerika Serikat dengan tokoh utamanya adalah William James. Aliran fungsionalisme dengan strukturalisme mempunyai pandangan yang bertolak belakang dalam menganalisis perilaku. Jika aliran strukturalisme menyatakan bahwa perilaku harus dikaji dalam setiap elemen-ele...