Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 30, 2012

Etika Postmodernisme

Sebelum kita membedah lebih jauh tentang posmodernisme, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan berkenaan dengan prinsip-prinsip dasar yang merupakan ciri khas dari modernisme, dimana ciri tersebut dijadikan kritik sekaligus menjadi asumsi mendasar perkembangan posmodernisme. Pertama, subyektifitas yang relatif, yaitu pengakuan atas pemikiran atau kesadaran rasional yang dianggap mampu menjawab masalah kehidupan masyarakat. Kedua, subyektifitas kritis/reflektif, yaitu kemampuan untuk memunculkan reaksi atas kebebasan. ketiga, kesadaran historis yang dimunculkan oleh subyek, modernitas percaya dengan perkembangan masa depan yang berjalan linier, unik dan tidak akan terulang. Keempat, universialisme, dimana modernitas bersifat normatif yang berlaku untuk semua masyarakat yang ingin melakukan modernisasi. Lebih lanjut prinsip modernitas yang rasional akan menciptakan iklim masyarakat yang terpenjara dalam sebuah sistem yang totaliter dan berpotensi besar berujung pada tind...

Pengertian Posmodernisme

Postmodernisme   Menurut Lyotard    mendefinisikan postmodern sebagai ketidakpercayaan pada narasi besar modernisme.Terdapat dua narasi besar yang cukup berpengaruh dan dipakai untuk melegitimasi ilmu pengetahuan. Menurut Antoni Giddens . Postmodernisme adalah sebuah estetika, sastra, politik atau filsafat sosial, yang merupakan dasar dari upaya untuk menggambarkan suatu kondisi, atau suatu keadaan, atau sesuatu yang berkaitan dengan perubahan pada lembaga-lembaga dan kondisi-kondisi sebagai postmodernita. postmodernisme adalah "fenomena budaya dan intelektual". Menurut Josh McDowell & Bob Hostetler  menawarkan definisi berikut postmodernisme: "Suatu pandangan dunia yang ditandai dengan keyakinan bahwa tidak ada kebenaran dalam pengertian objektif tetapi diciptakan bukan ditemukan.". Kebenaran adalah "yang diciptakan oleh budaya spesifik dan hanya ada di budaya" Menurut Tony Cliff . Postmodernisme The theory of rejecting theories ata...

Agama dan Ilmu Pengetahuan

( Tulisan ini diambil dari tiga tulisan yang membahas tema "agama dan Ilmu" yang pertama ditulis New York Times Magazine 9 November 1930; yang kedua disampaikan pada princeton Theological Seminary, 19 Mei 1939; dan yang ketiga dimuat pada Science, Philosophi, and Religion: Sympisium yang diterbitkan pada 1941 oleh Comference on Scince, Philosophie, and Religion in Their Relation to The Democratic Way of Life Disini Sengaja diambil satu tulisan lengkap dan sebagian dari dua tulisan lainnya agar gagsan Einstain terungkap secara utuh, tetapi tidak ditumpang tindih diterjemahkan oleh Zainal Abidin dari Sonja Bargman (ed), Ideas and Opinions by Albert Einstein, Bonanza) Selama abad yang lalu, dan sebagian abad sebelumnya, tersebar luas pendangan bahwa ada pertentangan yang tidak dapat didamaikan antara ilmu dan agama. Pandangan yang dianut oleh tokoh zaman itu adalah bahwa sudah saatnya iman digantikan oleh pengetahuan. Iman yang tidak bersandar pada pengetahuan adalah t...

Konsep Manusia dalam Alquran

Adanya manusia menurut al-Qur’an adalah karena sepasang manusia pertama yaitu Bapak Adam dan Ibu Hawa. Disebutkan bahwa, dua insan ini pada awalnya hidup di surga. Namun, karena melanggar perintah Allah maka mereka diturunkan ke bumi. Setelah diturunkan ke bumi, sepasang manusia ini kemudian beranak-pinak, menjaga dan menjadi wakil-Nya di dunia baru itu. Tugas yang amat berat untuk menjadi penjaga bumi. Karena beratnya tugas yang akan diemban manusia, maka Allah memberikan pengetahuan tentang segala sesuatu pada manusia. Satu nilai lebih pada diri manusia, yaitu dianugerahi pengetahuan. Manusia dengan segala kelebihannya kemudian ditetapkan menjadi khalifah dibumi ini. Satu kebijakan Allah yang sempat ditentang oleh Iblis dan dipertanyakan oleh para malaikat. Dan Allah berfirman: “....Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama mereka...” (al-Baqarah ayat 33). Setelah Adam menyebutkan nama-nama itu pada malaikat, akhirya Malaikatpun tahu bahwa manusia pada hakikatnya mamp...

Teori Psikoanalisis Carl Gustav Jung

Carl Gustav Jung Tokoh psikoanalisis lainnya selain Freud adalah Carl Gustav Jung, dia adalah  pencetus ide ketaksadaran kolektif (collective unconscious). Sistem  psikologinya hampir sama dengan Freud, tapi memiliki beberapa jalan yang berbeda. Dia menyebut sistemnya 'Psikologi analitik' (Analitical Psycology). Perbedaan Utama pada Teori Libido.  Freud memperlihatkan libido terutama dalam konteks seksual, sedangkan Jung memperlihatkan sex sebagai hanya salah satu bagian penggerak kekuatan dari libido. Jung berpendapat bahwa libido sapat mengekspresikan dirinya salam cara yang lain tergantung dari apa yang paling penting bagi individu pada suatu saat. Jung menolak dasar teorinya sebagai seksual secara eklusif yang memberikannya interpretasi pada kelakuan Feud yang mengekspresikan hanya pada term seksual. Contoh dari ini adalah selama pase pre-seksual (3-5 tahun pertama) Jung berpendepat energi libido (libidinal energy) merupakan fungsi dari nutrisi dan pertumb...