Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November 4, 2013

Tingkatan - Tingkatan Persepsi Mulla Sadra

Pada daftar istilah penting yang sama, Mulla Sadra juga memberikan defenisi lain yang dapat membantu kita dalam memahami tujuan akhir dari suatu persepsi. Istilah tersebut adalah “ dzihn ” yang artinya “pikiran.”   [1] )   Mulla Sadra menulis, “Pikiran adalah potensi jiwa untuk memperoleh pengetahuan-pengetahuan yang belum pernah dicapai sebelumnya.” (3:515, 325.35). Dengan mengikuti pandangan umum filsafat Islam-Yunani ( Graeco-Islamic ), Mulla Sadra memahami bahwa jiwa atau diri manusia mempunyai beberapa fakultas dan tingkatan-tingkatan aktualisasi yang dimulai dari tingkatan tumbuhan dan hewan. Jiwa tersebut mengatualkan dirinya melalui potensi pemahamannya. Tujuan jiwa di dalam wujudnya adalah untuk bergerak dari potensi mengetahui ke mengetahui secara aktual. Ketika pengetahuan potensialnya menjadi benar-benar aktual, ia tidak lagi disebut sebagai ‘jiwa,’ ia sudah menjadi ‘akal,’ atau ‘akal dalam perbuatan.’ Dalam pandangan Mulla Sadra, potensi jiwa manusia u...

Persepsi Menurut Mulla Sadra

Pada bagian akhir dari bagian pertama empat kitab  al-Asfar , Mulla Sadra memberikan berbagai defenisi sekitar tiga puluh kata yang dianggap perlu di dalam mendiskusikan modalitas pengetahuan ( al-‘ilm ). Dalam daftar kata tersebut, Mulla Sadra menempatkan kata “persepsi” sebagai kata pertama. Di dalam mendefenisikannya, Mulla Sadra memulai penjelasannya dengan makna literal kata persepsi tersebut. Sebagaimana yang terdapat di dalam banyak kamus bahasa Arab, memang kata “persepsi” ini memiliki banyak makna, seperti halnya perolehan ( attaining ), pencapaian ( reaching ), kedatangan ( arriving ), penangkapan ( catching ), penggenggaman ( grasping ), pemahaman ( comprehending ), dan kecerdasan ( discerning ). Mulla Sadra menulis, Idrak  adalah “perjumpaan ( liqa’ ) dan kedatangan ( wusul ).” Ketika potensi akal sampai pada kuiditas  [1] )  pahaman akal dan mencapainya, inilah yang disebut persepsi. Di dalam filsafat, makna yang dimaksud dalam suatu kata berhubungan...

Pengantar Teleologi Menurut Mulla Sadra

Karya-karya filosofis Mulla Sadra terutama  ditujukan untuk memetakan jalan dalam pencapaian kesempurnaan jiwa manusia. Beberapa kontribusinya yang terkenal dalam kosa kata filosofis, misalnya “kemenduaan sistematis” ( systematic ambiguity, tasykik ) eksistensi dan “gerakan substansial,” telah memberikan bantuan yang sangat signifikan dalam menjelaskan bagaimana jiwa memasuki alam ini melalui korporealisasi dan bagaimana jiwa meninggalkan alam ini melalui spiritualisasi. Mulla Sadra yang telah melakukan penelitian yang luar biasa terhadap dalil-dalil untuk menilai kebenaran ( modalities ) tentang pengalaman alam akhirat, telah membuktikan keinginannya untuk menjelaskan segala kemungkinan yang terbuka bagi jiwa manusia. Untuk memahami penjelasan persepsi di dalam semua karya Mulla Sadra, terlebih dahulu harus dipahami arah dan tujuan persepsi serta sifat-sifat kesempurnaannya. Secara alamiah, jiwa itu mampu mempersepsi. Namun, beberapa jenis persepsi yang dimiliki oleh jiwa hewani...

Faktor Yang Mempengaruhi Harga Diri

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi harga diri. Menurut Coopersmith (1967), terdapat lima faktor yang mempengaruhi harga diri yaitu: 1. Faktor  Jenis Kelamin Menurut Ancok dkk. (Dalam Ghufron, 2010) Wanita selalu merasa harga dirinya lebih rendah daripada pria, seperti perasaan kurang mampu, kepercayaan diri yang kurang mampu, atau merasa harus di lindungi. Hal ini terjadi mungkin karena peran orang tua dan harapan-harapan masyarakat yang berebeda-beda baik pada pria maupun wanita. Pendapat tersebut sama dengan penelitian dari Coopersmith (1967) yang membuktikan bahwa harga diri wanita lebih rendah daripada harga diri pria. 2. Inteligensi Individu dengan harga diri yang tinggi akan mencapai prestasi akademik yang tinggi daripada individu dengan harga diri yang rendah. Dan individu yang memiliki harga diri yang tinggi memiliki skor intelegensi yang lebih baik, taraf aspirasi yang lebih baik, dan selalu berusaha keras. 3. Kondisi Fisik Coopersmith (1967) me...

Perkembangan Harga Diri

Harga diri bukanlah faktor yang dibawa sejak lahir namun merupakan faktor yang dipelajari dan terbentuk sepanjang pengalaman hidup individu dalam relasinya dengan dirinya sendiri maupun dengan individu yang lain. Hal ini berkaitan dengan pendapat Rogers yang dikutib Azwar (1979) yang menekankan bahwa perkembangan harga diri menekankan pentingnya arti lingkungan sosial. Herbert (dalam Azwar, 1979) mengemukakan bahwa konsep diri yang terkandung dalam harga diri berkembang sejak masa kanak-kanak melalui orang-orang yang dianggap oleh orang tersebut. Harga diri yang ada pada diri seseorang juga tidak muncul begitu saja melainkan melalui proses dan perkembangan. Gejala awal muncul harga diri pada usia 2 tahun. tapi terbentuknya lebih jelas dan dapat diamati pada usia 4 tahun (Piaget, dalam Edwina, 1994). Konsep diri anak yang baik merupakan puncak dari pembentukan karakternya dan untuk menciptakan dasar yang baik pada hubungan pribadinya. Saat anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri s...

Pengertian Harga Diri

Harga diri secara signifikan berhubungan dengan kepuasan pribadi  (personal satisfaction)  dan pemfungsian diri yang efektif. Menurut Marieta (2000) seseorang dengan harga diri rendah kurang mampu menahan tekanan untuk conform dan kurang mampu mempersepsi stimulus yang mengancam. Sementara itu, seseorang dengan harga diri tinggi mampu mempertahankan image dari kemampuan dan keunikannya sebagai seorang individu. Pengertian Harga Diri (Self Esteem) Pengertian harga diri adalah hasil evaluasi individu terhadap dirinya sendiri yang merupakan sikap penerimaan atau penolakan serta menunjukan seberapa besar individu percaya pada dirinya, merasa mampu, berarti, berhasil dan berharga (Coopersmith, 1967) dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal dirinya (Stuart dan Sundeen, 1991). Dimana evaluasi ini diartikan sebagai penilaian yang positif atau negatif yang dihubungkan dengan konsep diri seseorang. Harga diri merupakan evaluasi seseorang terhadap dirinya sendi...

Fungsi Otak Kiri dan Kanan Manusia

Otak manusia adalah struktur lunak yang dilindungi oleh cangkang berupa tengkorak. Berdasarkan letaknya secara simetris, otak dibagi menjadi otak kanan (hemisfer kanan) dan otak kiri (hemisfer kiri). Otak merupakan bagian sentral dari fungsi dasar vital pada manusia. Kerusakan pada otak, akan sangat mengganggu aktivitas bagi penderitanya. Otak, merupakan pusat memory, kognitif, emosi, dan semua jenis perasaan dan kognisi. Kualitas otaklah yang membedakan kualitas individu itu sendiri. Walaupun otak merupakan satu kesatuan yang menyatu, tetapi dapat dibagi menjadi otak kanan dan otak kiri yang mempunyai cara kerja dan fungsi yang berbeda. Perbedaan teori fungsi otak kanan dan otak kiri telah populer sejak tahun 1960. Seorang peneliti bernama Roger Sperry menemukan bahwa otak manusia terdiri dari 2 hemisfer (bagian), yaitu otak kanan dan otak kiri yang mempunyai fungsi yang berbeda. Atas jasanya ini beliau mendapat hadiah Nobel pada tahun 1981. Selain itu dia juga menemukan bahw...