Sudah Seperempat abad,, kita menapak tanpa alas.. Dengan nafs birahi yang terputus-putus dan bauan tubuh gaib-Mu yang usai ku setubuhi dengan nafas yang terengah. Kau masih terlentang dengan dada kembang kempis.. seakan bernyanyi tentang isyarat lampu merah yang tak usai meski malam beranjak lepas. sementara Ribuan mata memicing tak henti-henti.. tak ubahnya lampu teplon yang menerangi sepertiga ruangan.. Kita masih terjaga.. sayang. Bukankah kita sudah bersetubuh dalam ruang-ruang khayal yang lega tanpa batas.. Dan kau lalu bunting dengan sebuah bait yang padat.. teramat padat. lewat binar matamu yang bergaris hitam-putih itulah,, Ku temui si SBY dengan dada berbulunya tengah tertelap dengan air liur yang meleleh banyak.. hahaha.. Dasar si Yudoyono. Dan petang ini.. Kau enggan melepas penggalan birahimu sekalipun hanya sebaris kalimat. Katamu,, biar kusimpan rapat-rapat pada selimut bulu domba si bapak negara di ranah kita petang ini. ...
Kekayaan adalah milik mereka yang masih dapat berbagi ilmu pengetahuan