Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember 28, 2012

PAK TUAKU SAYANG, TENGAH MENGGAGAS SEJARAH

Di sudut Botolempangan itu.. si pak tua dengan kemeja lusuhnya.. menatap lurus sembari menggulum cerutu.. Katanya... "Jangan hadiahi aku kain yang bermeter-meter.. untuk ku jadikan baju,, lalu kukenakan di pengguntingan pita nanti! Aku sudah cukup senang dengan kemeja lusuh ini.. meski lubang di ketiaknya semakin melebar..dan beberapa bekas jahitan seperti tersulam rapi disini.. stidaknya ia sudah menjadi saksi sejarah hingga sekian periode. Lihatlah wajahku,sayang.. semakin mengkerut,, bgitu jua bening mataku yang pernah mengkristal.. lalu mereka lempari hingga retak. Aku sudah semakin tua,,sayangku.. pinjami aku gadis perawan yang kau gandeng dengan mesra di anjungan malam itu. kan kujahitkan ia.. jilbab abu-abu menutupi bulu lebat dikepalanya.. oleh kain yang kau hadiahi padaku. karna aku tdak butuh baju baru... Ijinkan kukecup rekah bibirnya.. sebegitu aku merindukan ciuman pertama dikala muda ku dulu. ijinkan ku genggam lentik jemarinya.. menyaksikan anak cucuku mengguntin...

HENING PERJUANGAN KITA !

Sebelum pesta usai... nalar kita merayu kepada mata yang terjaga. perihal waktu yang berputar terbalik... menjadi enam ke satu. Juga dentuman keras jantung... yang berdetak lebih cepat .. seperti roda pedal si bapak zaman di losari sana, di pelaminan kita ini,,, si pemimpin negara kita seperti tamu.. yang melepas sendal jepit.. lalu duduk melingkar meneguk cawan demi cawan...tuak enau yang usai kupanen tadi, dan kau menyaksikannya dengan mata memicing,,, "Presiden kita tengah mabuk"... katamu pada merah putih yang sobek tertiup angin. Lalu kupinjami kau seonggah cahaya dari sebutir pasir yang mengotori sepatumu. Biar Nilai dasar perjuangan yang di titipkan ayahanda kita..  pada tiang2 keropos gubuk ini.. tetap menjadi ruh bagi tangan2 kita yang mengepal di awal fajar, dan ku pinjami kau perempuna-perempuan yang menundukkan pandangannya... biar kursi kosong di meja makan kita tetap ramai oleh gelak tawa. juga jemari yang beradu hebat. dan masih ku simpan luka dari perjuanga...

MUNGKIN KAU LUPA !

Kulihat kau tak setampan kemarin.. mungkin kau lupa mengajarinya..  cara...menyisiri rambutmu yang mulai panjang dan dekil Mungkin kau lupa mengajarinya... meletakkan pisau cukur di tempat biasanya  Mungkin kau lupa mengajarinya  menaruh sapu tangan bersih di saku celanamu Kulihat kau tak serapi kemarin mungkin kau lupa mengajarinya menjahit kancing kemejamu yang terlepas mungkin kau lupa mengajarinya  merapikan kerah bajumu yang lusuh mungkin kau lupa mengajarinya menyemprotkan wewagian kesukaanmu. Kulihat kau lebih kurus dari kemarin kulihat kau ta se khusuk kemarin... sepertinya kau banyak lupa mengajarinya... Kulihat lagi kau tak setangguh kemarin mungkin kau lupa mengajarinya  memasang peci dan salempang di tubuh kekarmu mungkin kau lupa mengajarinya mencium kening juga punggung tanganmu.. sebelum pintu kau rapatkan lalu berlalu Mungkin kali ini kau lupa,,, mengenalkannya padaku,,, Dan kau lupa membuatku luput dari perasaan yang masih keras kumaknai di sin...

MASIH ADA DOA SETELAH INI

baik kau anggap diriku orang alim,,,, maupun orang yang teramat bodoh.. jalan ini akan tetap ke depan.. meski.. terkadang aku muak melewati koridor ini untuk kesekian kalinya... seakan sepasang kakiku telah dipetakan pada ubin-ubin dengan sedikit bercak. pintu menderit ringan.. lagi-lagi kau datang. "akh... smoga saja smua berlalu dengan baik!", gumamku perlahan. Masih ada doa setelah ini.. meski aku dikatakan bid'ah.. meski aku dikatai kafir meski jelas-jelas aku dikatai bodoh.... semua ini membuatku terasing... dan betapa aku merindukan sosok bersahaja itu.. ingin segera pulang..ingin pulang.. menemui beliau..mengecup keningnya yang mengkerut... juga berbaring di sampingnya hingga malam menjadi habis.. ada pesan yang beliau titipkan lewat lirih suaranya... katanya... sampaikan pada ayahmu.. anakku. "Sayang..Kau pergi sudah terlalu lama.. sudah teramat lama. mungkin kaupun sudah lupa.. atau berlagak lupa bunga yang kau tanam di pekarangan... di awal pernikahan ki...

UNTUK BEKAL LANGKAH KITA

Si Anak zaman berbaring terlentang dengan nafas yang terengah hebat.... dengan bertelanjang dada dipermainkan angin yang seronok, tak ubahnya si bengal yang mematuk-matuk cangkangnya sendiri.... Si anak zaman tersenyum setengah menangis... perih sembilu.... menyaksikan rambutnya ikal menggantung.. di ikatkan pada pohon cemara yang sudah tua mengeras. Di atas,,langit tak ubahnya kain hitam..  terhampar lusuh.. dan dunia menari terhuyung-huyung...setengah mabuk. SI anak zaman terbahak dengan nada yang tak beraturan.... terlihat giginya yang menguning.. dua buah gigi mungkin sudah di gigit ulat, hehehe... jenakanya engkau, si anak zaman. Sudah lama si anak zaman tak menari di batas alang-alang.. memainkan pasir dengan lembut.. dan bercengkerama dengan si angin laut... Biarlah kusimpan naskah ini.. sebagai bekal langkah kita.. untuk kembali berbaring di sini.. di pasir kita yang terhampar tak terhingga.. biarlah kusimpan hangat kecupan... ...

SENJA MERINDU

senja yang menjingga di ujung kerinduanku.. menghadirkan gemuruh yang kau sisakan di tangga pelabuhan ini. menjadi penikmat ruang-ruang matamu yang bening mengkristal lalu padam. Di ujung dermaga ini.. kukecup bingkai bayangmu yang menjuntai hening lalu tenggelam di batas pandanganku. Aku merindu... teramat merindu. pada jingga kemerahan sang senja.. yang beku terlalu dini. dan pada ombak yang menciumi bibir pantai.. lalu memecah di ujung nafasku yang terengah. Aku merindu.. bisikku pada laut yang menjingga kemerahan... aku teramat merindu.. ----------------------------------------- Yang Menggoreskan Pena Ini Gusla Mulyani, Untukmu Duniaku Senja Merindu

BOTOLEMPANGAN 39 DI AWAL AGUSTUS - PUISI

Botolempanganku tidak hanya tua... Tapi juga usang tak terjamah. Hanya derik ranting kering saling beradu.. memapah bias perjuangan kita yang mulai sunyi. Lirih... lirih gemerisik daun.. tapi kau tak kunjung ada! Aku si anak zaman.,., ditemani mangkuk coklat Tante Tati... juga si keriting nikmat pengganjal perut. Aku si anak zaman,, tengah sepi... sepi di ranah ini. Tidak ada gaduh sebagai alas duduk kita,.,,, Tidak ada kepul rokok di meja yang ku adai kini.. tidak ada kau,,, dia,,, atau siapa saja. Hanya gambar tinggi.. meliuk tersapa angin. Hanya kios reok tante tati. Hanya mesin beroda pencipta asap. Botolempanganku lesu lagi,,, kerontang tak terjamah. Hari ini aku kesal... tulisanku teramat di cintai si plagiat.. aku teramat kesal.. si plagiat menuliskan namanya di ujung tulisanku.. akh... bejat! Kemarilah.. sekedar mengisi bangku-bangku kosong di halaman wisma kita.. sekedar menyisakan debu sepatu di ubin putih botolem...

Tokoh Tokoh Psikoanalisis

Sigmund Freud (1856-1939)  pertama kali dikemukakan oleh Sigmund Freud. Teori Freud memang sulit dipahami, sebab yang pertama adalah karena konsepnya berubah-ubah (berkembang) terus. Kedua karena psikoanalisis hanya berfungsi sebagai teori, tetapi sekaligus juga teknik terapi dan teknik analisis kepribadian manusia. Ketiga, Freud sendiri tidak banyak menulis tentang psikologi kelompok. Sepanjang masa hidupnya, Freud adalah seorang yang produktif. Meskipun ia dianggap sosok yang kontroversial dan banyak tokoh yang berseberangan dengan dirinya, Freud tetap diakui sebagai salah seorang intelektual besar. Pengaruhnya bertahan hingga saat ini, dan tidak hanya pada bidang psikologi, bahkan meluas ke bidang-bidang lain. Karyanya, Studies in Histeria (1875) menandai berdirinya aliran psikoanalisa, berisi ide-ide dan diskusi tentang teknik terapi yang dilakukan oleh Freud. Riwayat Hidup Freud berkebangsaan Austria, lahir 6 Mei 1856 di Pribor, (ketika itu) Austria, lalu ...

Orientasi Psikoanalisis

Pada abad ke-21 ini terdapat empat psikologi yang menonjol, salah satu diantaranya yaitu psikologi analisis. Keberjayaannya psikoanalisis antara lain disebabkan oleh para tokohnya yaitu Freud, Jung, dan Adler, yang benar-benar menguasai baik psikologi dan psikiatri. Pada mulanya istilah psikoanalisis hanya dipergunakan dalam hubungan dengan Freud saja, sehingga “psikoanalisis” dan “psikoanalisis” Freud sama artinya. Bila beberapa pengikut Freud dikemudian hari menyimpang dari ajarannya dan menempuh jalan sendiri-sendiri, mereka juga meninggalkan istilah psikoanalisis dan memilih suatu nama baru untuk menunjukan ajaran mereka. Psikoanalisa dianggap sebagai salah satu gerakan revolusioner di bidang psikologi yang dimulai dari satu metode penyembuhan penderita sakit mental, hingga menjelma menjadi sebuah konsepsi baru tentang manusia. Hipotesis pokok psikoanalisa menyatakan bahwa tingkah laku manusia sebagian besar ditentukan oleh motif-motif tidak sadar, sehingga Freud dijuluki s...