Langsung ke konten utama

MASIH ADA DOA SETELAH INI

baik kau anggap diriku orang alim,,,,
maupun orang yang teramat bodoh..
jalan ini akan tetap ke depan..
meski..
terkadang aku muak melewati koridor ini untuk kesekian kalinya...
seakan sepasang kakiku telah dipetakan pada ubin-ubin dengan sedikit bercak.
pintu menderit ringan.. lagi-lagi kau datang.
"akh... smoga saja smua berlalu dengan baik!", gumamku perlahan.

Masih ada doa setelah ini..
meski aku dikatakan bid'ah..
meski aku dikatai kafir
meski jelas-jelas aku dikatai bodoh....

semua ini membuatku terasing...
dan betapa aku merindukan sosok bersahaja itu..
ingin segera pulang..ingin pulang..
menemui beliau..mengecup keningnya yang mengkerut...
juga berbaring di sampingnya hingga malam menjadi habis..

ada pesan yang beliau titipkan lewat lirih suaranya...
katanya... sampaikan pada ayahmu.. anakku.
"Sayang..Kau pergi sudah terlalu lama.. sudah teramat lama.
mungkin kaupun sudah lupa.. atau berlagak lupa
bunga yang kau tanam di pekarangan... di awal pernikahan kita..
Harusnya hari ini kau kembali..
menikmati sup ikan kesukaanmu.. yang sudah aku hidangkan dengan nasi panas di meja ini.
harusnya kau kembali untuk menyeka debu tebal di bingkai foto kita berdua kala itu.
atau sekedar mengganti infus yang membelit jemariku...
kau betul..betul sudah lupa...
cincin yang kau sematkan beberapa musim lalu...
juga murtadha muthahhari kita yang semakin membentuk bola matamu.
tapi kau bilang tidak akan kembali hingga musim berganti..lagi,..dan lagi.
kau tega..sayang"

tapi sesuatu menahanku dibangunan tua botolempangan kita...
bangunan yang slalu romantis berbicara dengan irama bisu..
Dan ingin ku seka dengan mesra..
tinta yang melekat di pipi kananmu,,semalam. 
namun kedua tanganku sudah terlanjur cacat....
sudah tidak mampu merapikan kerah bajumu..
atau sekedar menyeka bulir keringatmu

semua ini hanya persoalan siapa dan mengapa..
juga perihal ditinggalkan dan meninggalkan...

------------------------------------
Yang Menggoreskan Pena Ini
Gusla Mulyani, Doaku
Masih Ada Do'a Setelah Ini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh Tokoh Psikoanalisis

Sigmund Freud (1856-1939)  pertama kali dikemukakan oleh Sigmund Freud. Teori Freud memang sulit dipahami, sebab yang pertama adalah karena konsepnya berubah-ubah (berkembang) terus. Kedua karena psikoanalisis hanya berfungsi sebagai teori, tetapi sekaligus juga teknik terapi dan teknik analisis kepribadian manusia. Ketiga, Freud sendiri tidak banyak menulis tentang psikologi kelompok. Sepanjang masa hidupnya, Freud adalah seorang yang produktif. Meskipun ia dianggap sosok yang kontroversial dan banyak tokoh yang berseberangan dengan dirinya, Freud tetap diakui sebagai salah seorang intelektual besar. Pengaruhnya bertahan hingga saat ini, dan tidak hanya pada bidang psikologi, bahkan meluas ke bidang-bidang lain. Karyanya, Studies in Histeria (1875) menandai berdirinya aliran psikoanalisa, berisi ide-ide dan diskusi tentang teknik terapi yang dilakukan oleh Freud. Riwayat Hidup Freud berkebangsaan Austria, lahir 6 Mei 1856 di Pribor, (ketika itu) Austria, lalu ...

Tes Rorschach

Pertama kali teknik ini dipublikasikan secara resmi tahun 1921 oleh  Hermann Rorschach   dalam monografnya Psychodiagnostik. Dalam monografnya Hermann Rorschach mengemukakan bercak tinta yang terpilih, temuan diagnostiknya, dan landasan teori dari temuannya. Hermann Rorschach dilahirkan di Zurich, swiss pada tanggal 8 Nopember 1884. Ayahnya seorang guru menggambar. Pada mulanya Rorschach mendalami ilmu pengetahuan alam di sekolahnya, tetapi kematian ayahnya dalam usia muda telah merubah pendiriannya. Dia mulai tertarik pada bidang kedokteran dan belajar di Nuenberg, Zurich, Berne, dan Berlin. Pengalaman praktisnya di bidang psikiatris diperoleh dari beberapa rumah sakit tempat dia bekerja. Hermann Rorschach adalah seorang dengan pribadi yang menarik, fleksibel, mudah menyesuaikan diri, dan sangat berbakat untuk instrokpeksi dan sintesis. Emosinya yang matang, hangat dan menyenangkan dan di kombinasi dengan kecerdasan yang mencapai tingkat jenius, membuatnya menjadi psi...

Contoh Stempel Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)