Senja di dua mata arah bercerita tentang satu hati, rayu ! “Pautan rayu adakah kau tahu jika aku takut kau terjatuh, sangat takut ketika suara ini mengalun.” Suaramu tak mengeluarkan kerikir batu kan? Apalagi oli yang mengalir. Sudahlah aku takkan jatuh “Ragamu memang tidak sayang, tapi hatimu bakal jatuh.” Maka semburat senja semakin memerah ketika rona pipimu merubah ranum langsatmu, kian memerah. “Tahukah dirimu jika kaki kaki hujan itu lebih tajam dari pedang, maka seperti itulah hadirmu ketika menyapa hati.” Pernahkah kumenyakitimu. Hingga bahagia mekar di ambang gumammu bahkan di tepi corak senyummu? ” Tahukah dirimu apa yang kurasa ketika itu, sakit teramat sakit, tapi ??? Indah bukan alang alang. “ Rindu hanya buat tarian yg mengendap pada bayang bayang, menukar sebungkus bahagia dengan senyum tangis semata. Aih, hadirku sudah memasuki hatimu kah? ” duhai perlukah aku kata, lihatlah di sudut senja maka pelangi sudah biaskan semua jawabmu itu...
Kekayaan adalah milik mereka yang masih dapat berbagi ilmu pengetahuan