Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 24, 2013

John Locke dan Pemikirannya

Empirisme John Locke (1632-1704) Masalah terjadinya pengetahuan adalah masalah yang amat penting dalam epistemologi, sebab jawaban terhadap terjadinya pengetahuan maka seseorang akan berwarna pandangan atau paham filsafatnya. Jawaban yang paling sederhana tentang terjadinya pengetahuan ini apakah berfilsafat  apriori  atau aposteriori . Pengetahuan apriori adalah pengetahuan yang terjadi tanpa adanya atau melalui pengalaman, baik pengalaman indera maupun pengalaman batin. Adapun pengetahuan aposteriori adalah pengetahuan yang terjadi karena adanya pengalaman. Dengan demikian, pengetahuan ini bertumpu pada kenyataan objektif [1] . Menurut Josep Hospers dalam bukunya  An Introduction to Philosophical Analysis  mengemukakan ada enam alat untuk memperoleh pengetahuan, yaitu: 1.       Pengalaman Indera (sense experience). 2.       Nalar (reason). 3.      ...

Copernicus dan Pemikirannya

Nicolaus Copernicus (1473-1543) (nama Polandianya: Mikolaj Kopernik), dilahirkan tahun 1473 di kota Torun di tepi sungai Vistula, Polandia. Dia berasal dari keluarga berada. Sebagai anak muda belia, Copernicus belajar di Universitas Cracow, selaku murid yang menaruh minat besar terhadap ihwal ilmu perbintangan. Pada usia dua puluhan dia pergi melawat ke Italia, belajar kedokteran dan hukum di Universitas Bologna dan Padua yang kemudian dapat gelar Doktor dalam hukum gerejani dari Universitas Ferrara. Copernicus menghabiskan sebagian besar waktunya tatkala dewasa selaku staf pegawai Katedral di Frauenburg (istilah Polandia: Frombork), selaku ahli hukum gerejani yang sesungguhnya Copernicus tak pernah jadi astronom profesional, kerja besarnya yang membikin namanya melangit hanyalah berkat kerja sambilan. Selama berada di Italia, Copernicus sudah berkenalan dengan ide-ide filosof Yunani Aristarchus dari Samos (abad ke-13 SM). Filosof ini berpendapat bahwa bumi dan planit-plan...

Immanuel Kant Dan Pemikirannya

Pemikiran Etika Kant

Rene Descartes dan Pemikirannya

Para filsuf rasionalisme adalah mereka yang:  pertama,  mengatakan bahwa kekuatan akal pada diri manusia yang dalam pandangan mereka merupakan suatu kekuatan instinktif adalah sumber dari semua ilmu yang hakiki, atau merupakan sumber dari dua sifat dari ciri ilmu hakiki secara khusus, yaitu urgensitas (dharurah) dan kebenaran mutlak (al-shidq al-mutlaq).  Kedua,  berkaitan dengan alam kosmik, para penganut rasionalisme menerima adanya wujud spiritual atau rasio yang merupakan asal usul dari segala entitas. Kita akan mengkaji rasionalisme ini pada tokohnya yang paling terkenal diantaranya adalah Rene Descartes Riwayat Hidup Rene Descartes (1596-1650) Descartes lahir pada tahun 1596 dan meninggal pada tahun 1650. bukunya yang terpenting dalam filsafat murni ialah  Discours de la methode  (1637) dan Meditations  (1642) kedua buku ini saling melengkapi satu sama lain. Didalam buku inilah ia menuangkan metodenya yang terkenal itu, metode keragua...