Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari 11, 2013

Politik Militer Pasca Kemerdekaan Republik Indonesia

Memasuki tahun 1950, saya mencatat ada dua peristiwa penting.  Pertama, perubahan ketatanegaraan dari Republik Indonesia menjadi Republik Indonesia Serikat. Kedua, wafatnya Kepala Staf APRIS, (semula Panglima Besar APRI) Letnan Jenderal Soedirman seorang panglima yang kharismatis, pada 29 Januari 1950 yang kemudian diganti oleh Kolonel T.B. Simatupang sebagai pemangku jabatan KSAPRIS. Sejak Simatupang menjabat KSAPRIS, ia terseret dalam pelbagai kesulitan yang pelik, akibat gagasan dan kebijakannya. Reaksi pertama adalah, bahwa ia dianggap mengabaikan pesan Panglima Besar, tatkala ia memimpin komisi militer dalam KMB. Soedirman pernah berpesan agar masalah-masalah Angkatan Perang diselesaikan di Yogyakarta, bukan di Den Haag. Bagi Simatupang pesan Soedirman memang sulit untuk ia laksanakan, karena tekanan para politisi yang cenderung ingin mengubah wajah TNI dari wajah tentara revolusi menjadi TNI yang profesional dalam wad...

Supersemar Versi Ali Ebram

Turunnya Supersemar selalu menjadi kontroversi sampai saat ini. Ada versi yang diceritakan oleh ketiga jenderal yang meminta surat tersebut kepada Bung Karno dan ada pula versi kisah lainnya yang diceritakan Oleh  Ali Ebram  seorang staf Asisten I Intelijen Resimen Cakrabirawa yang pada waktu itu mengetikkan Naskah asli Supersemar atas perintah Presiden Soekarno. Inilah Kisah Turunnya Supersemar versi Ali Ebram  yang kemudian pernah ditangkap tanpa alasan dan dipenjara selama 12 tahun tanpa proses peradilan di Era Orde baru. "Melihat Tingkah Amir machmud ..., Saya Ingin Merogoh Pistol" Selama lima tahun (1962-1967) Ali Ebram menjadi staf Asisten I Intelijen Resimen Cakrabirawa. Sebelumnya, pria kelahiran Solo yang oleh Bung Karno dipanggil " Kriminil " tersebut pernah menjadi prajurit Banteng Raiders di Semarang, yang saat itu Soeharto komandannya. Namun, karier militernya tamat ketika tanpa alasan yang jelas dia ditangkap tahun 1967, kemudian dipenjara sela...