Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober 2, 2012

Pengantar Ilmu Teori Perubahan Sosial

Definisi dan Perubahan Sosial menurut para ahli. Perubahan sosial adalah proses di mana terjadi perubahan struktur dan fungsi suatu sistem sosial. Perubahan tersebut terjadi sebagai akibat masuknya ide-ide pembaruan yang diadopsi oleh para anggota sistem sosial yang bersangkutan. Proses perubahan sosial biasa tediri dari tiga tahap: 1.      Invensi, yakni proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan 2.      Difusi, yakni proses di mana ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam sistem sosial. 3.      Konsekuensi, yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunyai akibat. Dalam menghadapi perubahan sosial budaya tentu masalah utama yang perlu diselesaikan ialah pembatasan pengertian atau definisi perubahan sosial  (dan Wilbe...

DIALEKTIKA MATERIALIS ~Jack Trotsky~

Bila masalah-masalahnya tidak dibatasi sekedar tentang kehidupan sehari-hari, maka dialektika dapat memahami masalah-masalah yang lebih rumit dan bisa mengerti proses-proses mendesak yang harus diperbincangkan. Jadi, dialektika merupakan suatu pengetahuan mengenai bentuk pemikiran, yang bukan fiksi atau mistik. Perbandingan antara logika dialektik dan logika formal, dilihat dari bobotnya, menyerupai suatu hubungan antara matematika tingkat tinggi dengan matematika tingkat rendah. Disini aku akan mencoba untuk membuat sketsa substansi masalah dalam sebuah format yang sangat ringkas. Silogisme sederhana logika Aristotelesian bermula dari preposisi bahwa “A” sama dengan “A”. Postulat tersebut diterima sebagai sebuah aksioma bagibanyak sekali tindakan praktis manusia dan jenaralisasi-jeneralisasi elementer.Tapi, pada kenyataannya, “A” bisa tidak sama dengan “A”. Hal tersebut mudahuntuk kita buktikan jika kita meneliti dua huruf tersebut di bawah sebuah lensa pembesar _satu dengan y...

EXISTENSIALISM AND HUMANISM JEAN PAUL SARTRE

Filsuf eksistensialis Jean Paul Sartre lahir di Paris tanggal 21 Juni 1905. Karir filsafatnya baru mendapatkan perhatian yang besar dari publik intelektual setelah ia menulis dan menerbitkan L’être et le néant. Essai d’ontologie phénomenologique (1943). Dengan buku ini segera Sartre menjadi filsuf ternama dan diidolakan sebagai salah seorang pemimpin gerakan filosofis yang disebut eksistensialisme. Meskipun buku ini mengorbitkan nama Sartre namun toh harus diakui bahwa tidak begitu banyak orang yang memahami pemikirannya yang memang rumit, khususnya yang berbicara tentang kesadaran. Untuk mempopulerkan idenya itu, maka tiga tahun kemudian Sartre mengeluarkan buku kecil berjudul L’existentialisme est un humanisme (1946). Lewat buku ini Sartre menyingkatkan pemikirannya sekaligus berupaya menanggapi sejumlah kritik yang dialamatkan kepadanya[3], khususnya dari kaum komunis dan pihak Kristen. Buku itulah yang kini ingin kami eksplorasi dalam tulisan singkat ini. Adapun tujuan de...