“Homo Politicon”, mungkin seperti itulah kata filsuf klasik aristoteles dalam buku “La Politica” yang membahas bahwa manusia merupakan makhluk yang berpolitik. Tentunya masyarakat mayoritas memahami apa dan seperti bagaimana politik, karena pembelajaran secara empirik behaviour yang memberikan pemahaman terhadap tatanan kehidupan dalam bermasyarakat. Hal ini terjadi karena hampir di setiap sendi-sendi sosio cultural maupun sosio struktural, bahkan lembaga-lembaga eksekutif, legislatif serta yudikatif telah tunduk dan bersujud dibawah kekuasaan politik dan inilah yang kita rasakan di negara Indonesia. Menjadi sesuatu hal yang miris jika melihat degradasi nilai demokrasi negara Indonesia di era kekinian, impian generasi anti otoritarianisme pada rezim Orde Baru pun seakan pupus melihat tindak tanduk para penguasa di hampir seluruh penjuru nusantara yang seakan menjadikan Politik sebagai tuhan dalam kekuasaannya. Sebenarnya pengantar diatas dapat katakan sedikit bias karen...
Kekayaan adalah milik mereka yang masih dapat berbagi ilmu pengetahuan