Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 31, 2014

Presiden Terpilih ; Melawan atau Tunduk Di Bawah Kaki Neoliberalisme

Indonesia sebagai Negara demokrasi telah kembali menghadirkan pemimpin baru indonesia tepatnya pada tanggal 21 agustus 2014 keputusan Mahkamah Konstitusi telah memutuskan bahwa menolak segala gugatan Prabowo-Hatta yang merupakan rival dari presiden-wapres terpilih Jokowi-JK. Keputusan yang bersifat final dan mengikat ini telah memperjelas pemegang tambuk kekuasaan indonesia di lima tahun kedepan. Jokowi sebagai presiden terpilih yang merupakan produk behavior wong cilik akan memikul tanggung jawab yang sangat berat, khususnya dalam hal desain komunikasi politik luar negeri Indonesia.                       Desainan komunikasi politik luar negeri sangatlah penting karena Indonesia sebagai bagian dari poros tengah Negara-negara Asia Tenggara yang dikenal dengan ASEAN yang telah memasuki babak baru dalam hal kerjasama ASEAN Community 2015 yang dimana tiga pilar utama yaitu Human ...

Asean Community 2015 ; Melawan Topeng Baru Neoliberalisme

Pembentukan ASEAN Community 2015 adalah sebuah usaha dari negara-negara anggota Asia Tenggara untuk menciptakan mekanisme baru dalam pengaturan keamanan kawasan/wilayah turotirial. Dalam rangka mencapai ASEAN Community 2015, telah disusun blueprint tiga pilar utama dalam ASEAN Community 2015, hal ini yaitu ASEAN politic-security, ASEAN economic community dan ASEAN socio-cultural community.  Kerjasama yang dibangun ini sebenarnya secara temporal akan berdampak sistemik terhadap perkembangan Indonesia, tetapi yang perlu diketahui seksama pula bahwa secara permanen akan menggeser paradigma kebhinekaan kearah masyarakat instrumentalism.                            prospek ASEAN Community 2015 pada faktanya menimbulkan berbagai opini akan bentuk implementasinya mendatang. Beberapa pandangan internasional yang melihat ASEAN sebagai organisasi ...