Langsung ke konten utama

Postingan

Keruntuhan Atheisme

Tokoh materialisme dimulai pada abad ke-18 dengan hadirnya tokoh-tokoh seperti ‘ denis.c.dero, baum.d.holba, dan david hume’ yang melakukan penegasan bahwa “tidak ada sesuatu selain materi”. Sehingga dengan menguatnya isme-isme ini mendapat dukungan terbesar dari charles darwin yang menolak teori penciptaan karena darwin menyatakan bahwa terdapat mekanisme di alam sehingga dapat menghidupkan benda yang tak hidup. Memasuki abad ke-19 isme-isme materialis semakin kokoh dengan hadirnya tokoh-tokoh seperti neitzhe, karl marx, angel, emile durkheim dan sigmund freud yang menerapkan pemikiran atheisme kesejumlah bidang ilmu pengetahuan dan filsafat. Kaum materialisme membentuk mindset dan paradigma sendiri tentang segala  hal dengan mengatakan alam bukanlah hadir dari sebuah penciptaa.n melainkan dari kebetulan. Kaum materialisme mengatakan akan ada selamanya dan hadir tanpa tujuan apapun. Namun, pemikiran ini mulai runtuh dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, dalam buku...

Baruch De Spinoza dan Pemikirannya

Zaman modern adalah zaman dimana akal sangat diagung-agungkan. Selain itu pengaruh gereja sudah tidak dominan lagi karena kekuasaan gereja yang begitu agung di zaman Renaissance tersebut sudah runtuh. Keruntuhan kekuasaan gereja ini membawa dampak positif bagi perkembangan keilmuan di zaman ini. Tak heran bila di zaman ini muncul banyak filosof-filosof hebat yang begitu buah pemikirannya mampu mengguncang dunia. Salah satu filosof hebat tersebut adalah Baruch de Spinoza. Baruch de Spinoza (24 November 1632 – 21 Februari 1677) lahir di kota Amsterdam dari pasangan Yahudi yang mengungsi dari Portugal. Pikiran beliau berakar dalam tradisi Yudaisme. Beliau mempunyai tiga pemikiran yaitu teori substansi tunggal, teori politik, dan teori emosi. Diantara ketiga pemikiran tersebut yang terkenal adalah ajaran mengenai Substansi tunggal Allah atau alam. Hal ini ia katakan karena baginya Tuhan dan alam semesta adalah satu dan Tuhan juga mempunyai bentuk yaitu seluruh alam jasmaniah. Oleh...

Jurgen Habermas Dan Pemikirannya

Jurgen Habermas merupakan penerus Marxian yang sangat kritis dari generasi kedua Mazhab Frankfurt. Ia, dilahirkan di Jerman 18 Juni 1929, seorang filsuf yang paling berpengaruh di abad kontemporer. Pemikiran-pemikiranya mulai munncul setelah ia memasuki sebujah aliran filsafat yang sejak 60 tahun semakin berpengaruh dalam dunia filsafat dan ilmu-ilmu sosial. Habermas adalah seorang pemikir sosial yang sangat penting di dunia dewasa ini. Lahir dari keluarga kelas menengah yang agak tradisional. Ayahnya pernah menjabat direktur Kamar Dagang. Ketika berusia belasan tahun selama PD II Habermas sangat dipengaruhi oleh perang itu. Berakhirnya perang menimbulkan harapan dan peluang baru pemuda Jerman, termasuk Habermas. Hancurnya Nazisme menimbulkan optimisme mengenai masa depan Jerman, namun Habermas kecewa karena hampir tak ada kemajuan yang berarti di tahun-tahun permulaan sesudah perang. Dengan berakhirnya kekuasaan Nazi, semua jenis peluang intelektual muncul, dan buku-buku yang sem...

David Hume dan Pemikirannya

Aliran empirisme dibangun pada abad ke-17 yang muncul setelah lahirnya aliran rasionalisme. Bahkan aliran empirisme bertolak belakang dengan aliran rasionalisme. Menurut paham empirisme bahwa pegetahuan bukan hanya didasarkan pada rasio belaka, di inggris.  Konsep mengenai filsafat empirisme muncul pada abad modern yang lahir karena adanya upaya keluar dari kekangan pemikiran kaum agamawan di zaman skolastik. Descartes adalah salah seorang yang berjasa dalam membangun landasan pemikiran baru di dunia barat. Descartes menawarkan sebuah prosedur yang disebut keraguan metodis universal dimana keraguan ini bukan menunjuk kepada kebingungan yang berkepanjangan, tetapi akan berakhir ketika lahir kesadaran akan eksisitensi diri yang dia katakan dengan cogito ergo sum yang artinya saya berpikir, maka saya ada.(Ilyas Supeno, tt: 3).  Teori pengetahuan yang dikembangkan Descartes dikenal dengan rasionalisme karena alur pikir yang dikemukakan Rene Descartes bermuara kepada keku...

John Locke dan Pemikirannya

Empirisme John Locke (1632-1704) Masalah terjadinya pengetahuan adalah masalah yang amat penting dalam epistemologi, sebab jawaban terhadap terjadinya pengetahuan maka seseorang akan berwarna pandangan atau paham filsafatnya. Jawaban yang paling sederhana tentang terjadinya pengetahuan ini apakah berfilsafat  apriori  atau aposteriori . Pengetahuan apriori adalah pengetahuan yang terjadi tanpa adanya atau melalui pengalaman, baik pengalaman indera maupun pengalaman batin. Adapun pengetahuan aposteriori adalah pengetahuan yang terjadi karena adanya pengalaman. Dengan demikian, pengetahuan ini bertumpu pada kenyataan objektif [1] . Menurut Josep Hospers dalam bukunya  An Introduction to Philosophical Analysis  mengemukakan ada enam alat untuk memperoleh pengetahuan, yaitu: 1.       Pengalaman Indera (sense experience). 2.       Nalar (reason). 3.      ...