Langsung ke konten utama

Psikopat

 PSIKOPAT






















A. Pengertian Psikopat
Singgih Dirgagunarsa (1998 : 145) menyatakan bahwa psikopat merupakan hambatan kejiwaan yang menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri terhadap norma-norma sosial yang ada di lingkungannya. Penderita psikopat memperlihatkan sikap egosentris yang besar, seolah-olah patokan untuk semua perbuatan dirinya sendiri saja.
Menurut Kartini Kartono (1999 : 95), psikopat adalah bentul kekalutan mental (mental disorder) yang ditandai dengan tidak adanya pengorganisasian dan pengintegrasian pribadi sehingga penderita tidak pernah bisa bertanggung jawab secara moral dan selalu konflik dengan
norma-norma sosial dan hukum. Selanjutnya Kartini Kartono menyebutkan gejala-gejala psikopat antara lain sebagai berikut.
  1. Tingkah laku dan realasi social penederita selalu asosial, eksentrik dan kronis patologis, tidak memiliki kesadaran social dan inteligensi sosial.
  2. Sikap penderita psikopat selalu tidak menyenangkan orang lain.
  3. Penderita psikopat cenderung bersikap aneh, sering berbuat kasar bahkan ganas terhadap siapapun.
  4. penderita psikopat memiliki kepribadian yang labil dan emosi yang tidak matang.
Bersadarkan pendapat yang dikemukakan oleh Singgih Dirgagunarsa dan Kartini Kartono tersebut dapat disimpulkan pengertian mengenai psikopat sebagai berikut.
  1. Bahwa psikopat merupakan kelainan atau gangguan jiwa dengan ciri utamanya ketidak mampuan penderita dalam menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungan sosialnya.
  2. Bahwa penderita psikopat tidak memiliki tanggung jawab moral dan sosial. Bahwa perbuatan penderita psikopat dilakukan dengan acuan Egonya.
  3. Bahwa penderita psikopat memiliki kepribadian yang labil dan emosi yang tidak matang.
B.  Faktor Penyebab Terjadinya Psikopat
Seseorang dapat menderita psikopat karena kurang atau tidak adanya kasih sayang yang diterima dari lingkungannya, terutama keluarga. Selama lima tahun pertama dalam hidupnya dia tidak pernah merasakan kelebutan, kemesraan, dan kasih sayang, sehingga individu yang bersangkutan gagal dalam mengembangkan kemampuan untuk menerima dan memberikan perhatian dan kasih saying pada orang lain (Kartini Kartono, 1990 : 75).
Bahwa terjadinya psikopat tidak terlepas bahkan ditentukan oleh lingkungan keluarga tidak dapat dipungkiri. Dalam Hal ini Elizabeth Hurlock (1997 : 257) mengutip pendapat penulis yang tidak bernama antara lain sebagai berikut.
“Bila seorang anak hidup dalam kecaman, dia belajar mengutuk,
Bila dia hidup dalam permusuhan, dia belajarberkelahi,
Bila dia hidup dalam toleransi, dia belajar bersabar,
Bila dia hidup dalam kebijaksanaan, dia belajar mengharga keadilan,
Bila dia hidup akan suasana aman, dia belajar percaya akan dirinya dan orang lain"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh Tokoh Psikoanalisis

Sigmund Freud (1856-1939)  pertama kali dikemukakan oleh Sigmund Freud. Teori Freud memang sulit dipahami, sebab yang pertama adalah karena konsepnya berubah-ubah (berkembang) terus. Kedua karena psikoanalisis hanya berfungsi sebagai teori, tetapi sekaligus juga teknik terapi dan teknik analisis kepribadian manusia. Ketiga, Freud sendiri tidak banyak menulis tentang psikologi kelompok. Sepanjang masa hidupnya, Freud adalah seorang yang produktif. Meskipun ia dianggap sosok yang kontroversial dan banyak tokoh yang berseberangan dengan dirinya, Freud tetap diakui sebagai salah seorang intelektual besar. Pengaruhnya bertahan hingga saat ini, dan tidak hanya pada bidang psikologi, bahkan meluas ke bidang-bidang lain. Karyanya, Studies in Histeria (1875) menandai berdirinya aliran psikoanalisa, berisi ide-ide dan diskusi tentang teknik terapi yang dilakukan oleh Freud. Riwayat Hidup Freud berkebangsaan Austria, lahir 6 Mei 1856 di Pribor, (ketika itu) Austria, lalu ...

Tes Rorschach

Pertama kali teknik ini dipublikasikan secara resmi tahun 1921 oleh  Hermann Rorschach   dalam monografnya Psychodiagnostik. Dalam monografnya Hermann Rorschach mengemukakan bercak tinta yang terpilih, temuan diagnostiknya, dan landasan teori dari temuannya. Hermann Rorschach dilahirkan di Zurich, swiss pada tanggal 8 Nopember 1884. Ayahnya seorang guru menggambar. Pada mulanya Rorschach mendalami ilmu pengetahuan alam di sekolahnya, tetapi kematian ayahnya dalam usia muda telah merubah pendiriannya. Dia mulai tertarik pada bidang kedokteran dan belajar di Nuenberg, Zurich, Berne, dan Berlin. Pengalaman praktisnya di bidang psikiatris diperoleh dari beberapa rumah sakit tempat dia bekerja. Hermann Rorschach adalah seorang dengan pribadi yang menarik, fleksibel, mudah menyesuaikan diri, dan sangat berbakat untuk instrokpeksi dan sintesis. Emosinya yang matang, hangat dan menyenangkan dan di kombinasi dengan kecerdasan yang mencapai tingkat jenius, membuatnya menjadi psi...

Contoh Stempel Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)