Langsung ke konten utama

SISTEM PENERAPAN HUKUM YANG TERHUKUMI DI KAB.BUOL

"Untukmu negeri kecilku (Buol)
Negeriku yang kaya akan sumber daya alam,
Namun entah kemana kekayaan itu,
Dulu Negeriku yang tak populis,
Namun Kini Sangat Terkenal karena prestasi KORUPSI,
Dulu Negeriku tentram.
Namun kini semuanya sirna karena pelanggaran HAM"


Pandangan dalam paradigma kekinian masyarakat indonesia tidaklah terlepas dari bentuk akselerasi idea dan realitas. Paradigma inilah yang melekat buat penegak hukum kita, 'anda benar itu salah dan salah akan lebih salah lagi'. Dari sisi positivis, kehadiran penegak hukum di tengah-tengah gerumunan masyarakat dianggap merupakan sebuah bentuk stabilitas masyarakat dalam aspek keamanan yang dapat menjadikan masyarakat lebih aman dan tentram. Namun, dari sisi negativis kehadiran penegak hukum dianggap merupakan sebuah hal yang tidak berarti sama sekali dan hanya merusak ketentraman masyarakat.

Posisi inilah yang menjadikan dilematism penegak hukum dalam menegakkan hukum. tapi perlu kita ketahui bersama bahwa paradigma negatif masyarakat itu tidaklah lahir dengan sendirinya tetapi dilahirkan dari rahim kemuakan dan pembangkangan melihat sisi negatif penegak hukum yang sering kali di identikkan dengan 'menegakkan hukum dengan cara melanggar hukum'.

Paradigma negatif terhadap yang merasuk dalam diri masyarakat buol melihat sebuah realitas akan fungsi penegak hukum yang tidak lagi berjalan semestinya, namun fenomena ini bukan hal yang tabu lagi dikarenakan satu kesalahan besar yang telah merusak citra penegak hukum dan ditambah lagi ketidakjelasan titik terang kasus 'ramadhan berdarah' dan penegak hukum harus menerima konsekuensi logis tersebut entah itu dalam bentuk makian, cercaan maupun hinaan.

saya teringat pada saat orasi waktu aksi demonstrasi dalam pengusutan kasus Korupsi Sulsel di Kejati, saya pun berteriak 'POLISI ANJING KEPARAT'. mendengar pernyataan saya, Kasat Humas Polrestabes makassar AKBP.Aziz bersama Kapolsek Panakkukang Kombes.Agung pun datang ke saya dan mengatakan 'KAMI MEMANG ANJING DAN KAMI MEMANG KEPARAT TAPI ASAL AKSINYA JANGAN ANARKIS YAH'.

Berangkat dari pengalaman saya, ternyata masih masih ada oknum penegak hukum yang rendah diri kepada masyarakat demi kepentingan ketentraman masyarakat itu sendiri. Tapi adakah juga oknum penegak hukum yang rendah diri kepada masyarakat di kab.buol? entahlah.

Pertanyaan mendasar yang menjadi kerinduan seluruh masyarakat buol, sampai kapan negeri kita (buol) begini, dan kapan negeri kita (buol) bisa tentram seperti dulu lagi?

Sebuah bentuk keprihatinan melihat negeri kita (buol) yang seakan tidak lagi menjadikan hukum sebagai dasar penegakan hukum dengan melihat banyaknya polemik yang terjadi dan tidak lagi mencerminkan negeri kita (buol) yang menjunjung hukum yang ada. Dalam kacamata realis saya melihat, maraknya terjadi pembiaran terhadap pelanggar-pelanggar hukum seperti maraknya perjudian yang merasuk menebarkan virus hampir keseluruh kalangan masyarakat buol, perkelahian dan tawuran pemuda yang sangat seringkali terjadi di beberapa kelurahan kota serta balapan liar pun yang sering kali terjadi di jalan (batalipu.red) dan seakan menjadi wisata hiburan masyarakat buol.

Adapun bahasa yang terlontar bahwa 'sampai kapanpun buol tidak akan aman jika pengusutan kasus ramadhan berdarah belum di usut tuntas'. Sekiranya bukanlah sebuah paradigma berfikir yang keliru karena dari sisi lain kami merindukan negeri kami (buol) aman dan tentram. Ironis, peristiwa tawuran pemuda di tahun 2011 antar kelurahan yang terjadi di pasar buol dan 1 orang menjadi korban penikaman, keluarga korban menuntut kepolisian agar mengusut tuntas kasus penikaman tersebut tapi dari sisi lain saat akan dilakukan peringkusan terhadap tersangka penikaman malah aparat penegak hukum yang hampir dihakimi massa dikarenakan warga menolak untuk ditindaki. sama halnya dengan kasus tawuran antar gang motor yang terjadi di jalan (batalipu.red), aparat penegak hukum mengamankan tempat kejadian dan mengamankan provokator tawuran di polres buol, tapi bukannya apresiasi masyarakat yang didapatkan malah terjadi penyerangan oleh massa di polres buol.

Pertanyaan mendasar lagi, jika kita melakukan pembiaran terhadap persoalan ini, siapa yang akan menghukumi orang-orang yang melakukan pelanggaran hukum?

KAMI RINDU NEGERI KITA (BUOL) YANG AMAN DAN TENTRAM.

Komentar

  1. thanks, pasti bapak Nimank juga merindukan buol yang kondusif, aman dan tentram seperti dulu kan?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tokoh Tokoh Psikoanalisis

Sigmund Freud (1856-1939)  pertama kali dikemukakan oleh Sigmund Freud. Teori Freud memang sulit dipahami, sebab yang pertama adalah karena konsepnya berubah-ubah (berkembang) terus. Kedua karena psikoanalisis hanya berfungsi sebagai teori, tetapi sekaligus juga teknik terapi dan teknik analisis kepribadian manusia. Ketiga, Freud sendiri tidak banyak menulis tentang psikologi kelompok. Sepanjang masa hidupnya, Freud adalah seorang yang produktif. Meskipun ia dianggap sosok yang kontroversial dan banyak tokoh yang berseberangan dengan dirinya, Freud tetap diakui sebagai salah seorang intelektual besar. Pengaruhnya bertahan hingga saat ini, dan tidak hanya pada bidang psikologi, bahkan meluas ke bidang-bidang lain. Karyanya, Studies in Histeria (1875) menandai berdirinya aliran psikoanalisa, berisi ide-ide dan diskusi tentang teknik terapi yang dilakukan oleh Freud. Riwayat Hidup Freud berkebangsaan Austria, lahir 6 Mei 1856 di Pribor, (ketika itu) Austria, lalu ...

Tes Rorschach

Pertama kali teknik ini dipublikasikan secara resmi tahun 1921 oleh  Hermann Rorschach   dalam monografnya Psychodiagnostik. Dalam monografnya Hermann Rorschach mengemukakan bercak tinta yang terpilih, temuan diagnostiknya, dan landasan teori dari temuannya. Hermann Rorschach dilahirkan di Zurich, swiss pada tanggal 8 Nopember 1884. Ayahnya seorang guru menggambar. Pada mulanya Rorschach mendalami ilmu pengetahuan alam di sekolahnya, tetapi kematian ayahnya dalam usia muda telah merubah pendiriannya. Dia mulai tertarik pada bidang kedokteran dan belajar di Nuenberg, Zurich, Berne, dan Berlin. Pengalaman praktisnya di bidang psikiatris diperoleh dari beberapa rumah sakit tempat dia bekerja. Hermann Rorschach adalah seorang dengan pribadi yang menarik, fleksibel, mudah menyesuaikan diri, dan sangat berbakat untuk instrokpeksi dan sintesis. Emosinya yang matang, hangat dan menyenangkan dan di kombinasi dengan kecerdasan yang mencapai tingkat jenius, membuatnya menjadi psi...

Contoh Stempel Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)